Laman

Rabu, 31 Mei 2017

Tulisan Sampah

Saya izinkan diri saya untuk menulis sesuatu yang mungkin kualitasnya murahan. Haha!
Saya ingat sekali dulu sewaktu kelas IX SMP, saya dalam proses menulis novel. Saya merasa idenya sangat mengagumkan. Sampai akhirnya, setelah melewati enam puluh lembar penulisan, saya biarkan novel itu beberapa saat dan menyimpannya di sebuah USB Flash Drive. Saya berlibur ke Banda Aceh, dan poow! USB Flash Drivenya hilang!!!! HAHAHHAHAHAH

Terus?
Yaudah, agak galau. Lama kelamaan saya mulai mengkritisi tulisan saya sendiri. Saya mulai perfeksionis dan mengandai andai kalau saja saya tidak kehilangan tulisan saya. Hehe. PADAHAL NOVEL YANG SAYA TULIS ITU JUGA BISA JADI RONGSOKAN
Ya nggak?

Mulailah writer's block. Semenjak tamat SMP, waktu untuk menulis sudah mulai berkurang, ide sudah tak terasah lagi. Ditambah lagi sifat perfeksionis yang benar-benar buruk.

Inilah alasan saya menulis tulisan sampah ini agar saya dapat mengizinkan diri saya untuk menulis tulisan berkualitas sampah tanpa dihantui rasa harus menulis sesuatu yang mutakhir dan keren. Perlahan-lahan, ide mengalir semakin deras dan tentunya kualitas ide semakin meningkat. :)

Jumat, 19 Mei 2017

Hadiah

Kutunggu kau dua jam, terasa lama.
Kulupakan kau delapan jam, waktu tak terasa berlalu.

Engkaulah sang waktu,
sebagai pembatas di fajar dan petangku.
Engkaulah sang waktu,
sebagai pembatas di antara hidup dan matiku.

Bukannya kutahan diriku,
tapi kutanamkan kesabaran.
Bukannya kusiksa diriku,
tapi ku ajarkan jiwa untuk menahan nafsu.

Puasaku adalah kesabaranku
Kesabaranku adalah pembelajaranku
Pembelajaranku mengetuk alam semesta
Alam semesta selalu memberikan hadiah untukku.
Puasaku adalah hadiahku.