Laman

Tampilkan postingan dengan label Journalistic (Jurnalistik). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journalistic (Jurnalistik). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Mei 2016

Connected


Both United States and Indonesia are big country in terms of area and population. From hundreds of countries in this world, the U.S. is a nation with the third biggest population and the fourth biggest in the area. Indonesia has the fourth biggest population and a fourteenth biggest area.

Spending a year in the U.S. makes me dream about the more connected Indonesia. Even though Americans is not like European who are the majority of them have traveled abroad, the majority of Americans do ever travel to another state. It is common to see Americans have visited more than three states. How about Indonesia? Hmm...

Indonesia is the biggest archipelago country which consists more than 17,000 islands. Yes! 17,000 islands.  It is considered as an obstacle for Indonesians to be connected and being united. Some people have never been in the other province. It is not really common to know some Indonesian have traveled to more than three provinces. I don't have exact numbers for this, but I think commonly Indonesians have traveled to one other province. People need to afford an airplane ticket to go to another island which costs a lot of money. People can drive, but of course they need to go to the ship once they arrive at the harbor to cross the sea. Indonesia has a higher population density than the U.S., so we can find more traffic jam along the way. It does take a lot of time for Indonesian to travel to another province.


Medan to Malang: 2824 km or 1754.7 miles
It takes approximately 56 hours driving from Medan to Malang (includes taking ferry)

Chicago to Los Angeles: 3242.8 km or 2015 miles
It takes approximately 29 hours driving from Chicago to Los Angeles

From the pictures above, you can see that travel from Medan to Malang takes more time, even though the distance is closer than Chicago to Los Angeles.

Indonesia is so diverse, I want to see the other sides of Indonesia. There are more than 300 ethnic groups and 700 local languages in Indonesia. From the demographic we can see that:

Even though the majority of Indonesians are Muslim, there are some parts of Indonesia where Islam is not dominant.


How about the ethnic groups in Indonesia? Hmm...
Source: Wikipedia
- Generally, western Indonesia is more industrialized (All of the 5 biggest cities in Indonesia are in the western part)

I live in Medan, fourth biggest city in Indonesia. I have been to four other provinces Aceh, Jakarta (The capital of Indonesia), East Java, and Bali. All of them are different! I didn't only discover new place, but new cultures and customs. The differences are always fascinating me, the differences make me learn to be more tolerant and open-minded. I am wondering if Indonesia is more connected, people must be more tolerant and appreciate differences. As Indonesia's motto says : Bhinneka Tunggal Ika (Old Javanese)/ Berbeda-beda namun tetap satu (Indonesia)/ Unity in Diversity (English). Tolerance in Indonesia is good, but it's not wrong to improve it, right? How can you be tolerant with the foreigners if you can't be tolerant to the others who have the same nationality? We should value Individualism by not forgetting the connection with others.


Here are some destinations in Indonesia that are not really popular yet, because one of these reasons:
- It is hard to access
- Very far from the airport
- Very far from big city
- Local residents can't speak English well

Parai Beach, Bangka Belitung
source: katadia.com

Lake Toba, North Sumatra
source: royaltravelo.com

Wae Raebo Village, Flores, East Nusa Tenggara
source: visitkomodotours.com

Tana Toraja Regency, South Sulawesi
source: amazing-indonesia.com

Of course, there are many more!

Notes:
- Some numbers are not in the exact numbers.
- The rest information are gotten from Wikipedia and Google Maps



Sabtu, 01 Februari 2014

(PSB): SMK Telkom Sandhy Putra Medan Gelombang II T.P. 2015/2016


Untuk pendaftaran Gelombang I sudah ditutup. Pendaftaran Gelombang I terdiri dari:
1. Jalur Prestasi Akademik (JPA)
2. Penerimaan Masuk Tanpa Test untuk Pemenang Kegiatan ESA 12 di SMK Telkom Medan
3. Jalur Ujian Try Out di SMK Telkom dan beberapa SMP lainnya


Kini, pendaftaran untuk Gelombang II sudah dibuka, Penerimaan Siswa Baru SMK Telkom Sandhy Putra Medan Gelombang II, terdiri dari beberapa jalur, dengan syarat umum yaitu:

Persyaratan Umum Pendaftaran :

a. Lulusan SMP/MTs tahun 2015
b. Pas foto bewarna 2 x 3 dan 3 x 4 masing - masing sebanyak 3 Lembar
c. Mengisi Formulir Pendaftaraan Offline ataupun Online

Batas Pendaftaran : 12 Juni 2015

1. Jalur Potensi Akademik :

a. Rata - rata nilai rapor untuk mata pelajaran Fisika, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di atas 75
b. Menyerahkan berkas Fotocopy Nilai Rapor Semester I - V yang telah dilegalisir.
c. Siswa yang dinyatakan lulus berkas JPA, tidak lagi mengikuti test masuk ujian tertulis.



Klik Pendaftaran Online SMK Telkom Medanuntuk Mendaftar Online

















2. Ujian Tertulis

a. Mendaftarkan diri mengikuti ujian reguler ke SMK TELKOM, ataupun online http://www.smktelkommedan.sch.id
b. Pengembalian berkas pendaftaran diterima paling lambat tanggal 12 Juni 2015
c. Mengikuti test ujian tertulis pada tanggal 12 Juni 2015
d. Setelah dinyatakan lulus, calon siswa segera melakukan pendaftaran ulang.

Syarat Pendaftaran Ulang :

Bagi yang dinyatakan Lulus, Wajib mendaftar ulang dengan menyerahkan:
1). Fotocopy STTB & SKHU yang dilegalisir masing - masing 1 Lembar (Boleh menyusul jika belum ada hingga tanggal yang ditentukan)
2). Fotocopy Ijazah SD dan SMP
3). Menyetorkan Biaya Pendidikan yang terlampir.



Biaya Pendidikan :

a. Uang Pembangunan : Rp. 5.500.000 (Di cicil)
                                       -  Rp. 2.000.000 di saat Pendaftaran Ulang
                                       -  Rp. 3.500.000 (Dapat dicicil hingga 3 kali, pelunasan sebelum Semester 2)

b. Iuran perbulan (Uang SPP, Praktek, Ujian, Koperasi, Perpustakaan, Prakerin, dan Karya Wisata)  : 
     - Kelas Reguler     : Rp. 550.000
     - Kelas Unggulan : Rp. 595.000

c. Biaya dan lain - lain : Rp. 1.465.000
- Seragam sekolah 5 pasang
- Uang Modul kelas X
- MOS
- Asuransi (untuk 1 tahun)

Total biaya yang dibayarkan saat pendaftaran ulang : 

Uang pembangunan cicilan 1 + Uang SPP Juli 2015 + Biaya dan lain lain :

Kelas Reguler    : Rp. 4.015.000
Kelas Unggulan : Rp. 4.060.000



Informasi : 
Telp. (061) 8363134

Sabtu, 26 Oktober 2013

SMK TELKOM Medan Juarai FTA SUMUT 2013


(Gedung Pagelaran Teater “O” – USU, Medan, SUMUT) “6 dari 8 pemain kami masih kelas X. Naskah kami fix hanya beberapa jam sebelum tampil, latihan hanya seminggu, dan sekolah kami berbasis IT. Namun, itu semua tak halangi kami meraih Juara III di Festival Teater Anak 2013”, ucap Dzikra anggota SemuTTeater dari kelas 1 TKJ 1 SMK TELKOM Sandhy Putra Medan.
Acara yang di adakan oleh PKPA (Pusat Kajian dan Perlindungan Anak) yang bertajuk Festival Teater Anak Sumatera Utara mulai tanggal 24 – 26 Oktober 2013 di Gedung Pagelaran Teater “O” Universitas Sumatera Utara (USU) berlangsung sukses dan sanggup menyihir orang untuk mengapresiasi hak anak dalam menyuarakan pendapat untuk Indonesia yang lebih baik.
Penampilan Teater itu sendiri diadakan tanggal 26 Oktober 2013 dan di saat itu jugalah pemenang diumumkan. PKPA sendiri memberi apresiasi kepada seluruh kelompok peserta. Alhasil, dapatlah para juaranya. Juara 1 diraih oleh Teater EG – SMAN 4 Medan, Juara 2 disabet oleh TEMUGA – SMAN 3 Medan, dan Juara 3 diraih oleh SemuTTeater – SMK Telkom Sandhy Putra Medan, serta Ide Cerita terbaik diraih oleh penampilan komunitas anak-anak yang berjudul “Si Anak Bawang”.
“Sebenarnya belum terlalu puas, karena Semut Teater Cuma dapat Juara 3. Tapi ya mau gimana lagi? Kita kan sudah berusaha melakukan yang terbaik. Pesan saya kepada adik-adik kami agar harus meningkatkan prestasi lagi agar tujuan Juara 1 kita berhasil” ucap Desmawati, selaku Sutradara dari kelas 2 TKJ 1 SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Medan







Senin, 07 Oktober 2013

Gemilang Prestasi Siswa dan Alumni SMPN 18 Medan

KIAT! Kreatif! Inovatif! Agamis! dan Terampil!.
           Begitulah bunyi Jargon Sang SMP Adiwiyata (Berbudaya Lingkungan) Terbaik di Kota Medan. Lingkungan hidup yang indah di SMP Negeri 18 Medan ini juga menyimpan keindahan prestasi luar biasa dari siswa dan alumni. Bayangkan saja, per awal Januari 2013 Jumlah Piala yang tersimpan di SMPN 18 Medan berjumlah lebih dari 228 Piala, terlebih lagi Medali yang disimpan oleh siswa. Khusus di acara PORKOT 2013, hanya di bidang Bela Diri Shorinji Kempo (Kempo) saja, SMPN 18 Medan membawa pulang 16 Medali, lain lagi di PORKOT 2012, juga di Shorinji Kempo membawa pulang lebih dari 20 medali. Betapa banyaknya Medali yang terkumpul jika dari awal SMPN 18 Medan berdiri (1978) hingga kini benar-benar dihitung. Terlebih lagi jika Piala dari Siswa SMPN 18 Medan yang ikut lomba bukan atas nama Sekolah juga disimpan dalam Kantor Kepala Sekolah di SMPN 18 Medan, sungguh sulit dibayangkan.
                Alumni SMPN 18 Medan pun juga benar-benar bersinar, penulis hanya menuliskan sebahagian kecil dari prestasi Alumni SMPN 18 Medan yang hanya penulis ketahui di rentang tahun 2013 antara lain : Siswa dengan Total Nilai UN Tertinggi diantara Peserta-PPDB SMAN Medan tahun 2013, Ketua IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Medan, Pendiri SemuTTheater di SMK Telkom Sandhy Putra Medan, mewakili SUMUT di OSN 2013 bid. Kimia dari SMA Negeri 3 Medan, Peserta MOS 2013 SMAN 4 Medan terbaik, mendominasi di Organisasi Besar beberapa SMA dan Universitas, serta dari informasi yang penulis dapatkan dari orang-orang banyak, banyak sekali Petinggi – petinggi daerah dan wirausahawan sukses menyandang status sebagai Alumni SMP Negeri 18 Medan.
Dan tentunya, kita semua berharap  agar seluruh Siswa dan Siswi seluruh Indonesia dapat membangun dan menciptakan Indonesia yang lebih baik, penyandang status Sang Revolusioner.


JAYALAH PENDIDIKAN INDONESIA!!

Minggu, 14 Juli 2013

Efek 3D dapat Merusak Kemampuan Penglihatan

Efek buruk mengenai keberadaan teknologi 3 dimensi (3D) terus dikemukan oleh para ilmuwan. Pasalnya dibalik kecanggihannya, gambar 3D dikabarkan mampu menimbulkan penyakit yang membahayakan.

Para peneliti dari Eidhoven University, Belanda menyimpulkan bahwa :  "Televisi 3D bisa mengacaukan fungsi kerja otak sehingga menimbulkan ketegangan pada mata, sakit kepala, dan mual."

Penelitian ini sendiri didasarkan pada survei yang dilakukan oleh 39 orang relawan. Mereka diminta membaca teks di layar TV berformat 3D dengan jarak 10 meter. Tujuh orang di antaranya merasakan mual saat membaca. Demikian juga dari segi penglihatan, terjadi penglihatan ganda dan ketegangan mata.

Dilansir melalui DailyMail, Selasa (21/12/2010), dalam riset yang dilakukan, para relawan ini diminta menonton televisi dengan dua cara. Caranya relawan harus menonton televisi 3D yang disebut aktif, dan televisi non-3D yang disebut pasif.

Penonton aktif harus memakai kacamata khusus yang di dalamnya terdapat baterai kecil. Hasilnya terjadi sinkronisasi tampilan gambar TV yang dikoneksikan melalui nirkabel. Otak penonton pun ditipu. Hasilnya gambar 3D pun sesuai dengan alam pikiran penonton.

Sementara penonton televisi pasif bergantung pada polarisasi khusus filter di TV untuk membagi gambar ke komponen mata kiri dan mata kanan. 

Untuk itulah ilmuwan menyarankan agar anak-anak di bawah usia 8 tahun tidak terlalu sering menggunakan kacamata 3D saat menonton televisi. Pasalnya otot mata anak-anak masih dalam tahap perkembangan.

Sumber: http://memantau.blogspot.com/2012/04/efek-3d-bisa-merusak-penglihatan.html