Laman

Senin, 17 Agustus 2015

Sebelum #LangkahAnakBangsa Utuh Berjalan!

Terima kasih untuk Tuhan yang menciptakan setiap detik skenario manusianya begitu berwarna.

Alhamdulillah dapat rezeki dari Tuhan untuk menjadi siswa pertukaran pelajar yang dikelola oleh Bina Antarbudaya. It is amazing! Yeeaah, setelah melewati proses seleksi panjang dan berkas yang kalau ditumpuk jadi kaya satu jilid buku.
Sebelum berangkat ke negara masing-masing, seluruh kandidat Year Program 2015-16 diorientasi terlebih dahulu.
Tapi, beberapa teman sudah berangkat terlebih dahulu, seperti:
3 teman ke Jepang yang sudah diorientasi pada Maret 2015
2 teman ke Brazil, 1 teman ke Filipina, 1 teman ke Denmark dan 1 teman ke Thailand sudah di orientasi pada akhir Juni 2015.
Kenapa gak bareng? Karena peraturan dari negara mereka kalau mereka harus berangkat terlebih dahulu sebelum kita semua yang kandidat ke negara lain.
Jadi selebihnya dari kita orientasi pada 4 - 8 Agustus 2015 di Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, kita yang dimaksud adalah:
85 kandidat YES ke Amerika Serikat
dan kandidat AFS sebanyak:
5 orang ke Amerika Serikat
1 orang ke Argentina
1 orang ke Belanda
2 orang ke Belgia
1 orang ke Ceko
2 orang ke China
3 orang ke Finlandia
4 orang ke Hungaria
1 orang ke Islandia
10 orang ke Italia
3 orang ke Jerman
2 orang ke Latvia
1 orang ke Mexico
1 orang ke Prancis
5 orang ke Russia
1 orang ke Spanyol
3 orang ke Swiss
1 orang ke Turki

I am YES student to USA!

Apa yang kita lakukan di Orientasi Nasional?
Banyak!!! Intinya BERKESAN
Kalau dipublikasikan akan jadi kurang berkesan bagi adik-adik untuk tahun selanjutnya, jadi nikmatilah momen-momen itu dan ikuti kata hati jika sedang berada di wahana orientasi.

Beberapa foto sebelum handphone ditahan :3 (4 Agustus 2015)
souce of pict: @nisaalifia








Foto saat lapor diri di Kantor Nasional Bina Antarbudaya (3 Agustus 2015)




Di momen itu aku mendapatkan:
Teman dari Aceh sampai Papua
Teman yang gak milih-milih dan apa adanya
Teman yang unik
Teman yang bermimpi besar
Teman yang rendah hati dan percaya diri
Ahhh, all of them are awesome!
Yes! Awesome!

Setelah orientasi akan ada farewell party seperti talent show atas perpisahan kita dalam orientasi.
Drama musikal yang juga berisi Tarian dan Nyanyian dan diiringi musik tradisional. Hanya dalam durasi latihan kurang dari 24 jam kita bisa menciptakan talent show yang spektakuler, tentunya karena dibantu oleh kakak panitia orientasi yang spektakulerrrrr!!
Thanks buat kakak panitia yang sudah meretak batas kemampuan kita!

Foto Album Farewell Party AFS YES Indonesia 2015-2016
Farewell Party diadakan pada 8 Agustus 2015, dimulai pukul 19.30 WIB
di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah.
Tema dari farewell party kita adalah Langkah Anak Bangsa


source of pict: Bina Antarbudaya (edited by me)


Pasti akan kita ingat selamanya! Pasti.
Selamat berkelana ke negara tujuan masing-masing.
Jadwal keberangkatan kita mungkin berbeda, ada yang 10 Agustus, 13 Agustus atau bahkan September 2015. Kapanpun kita berangkat, pasti kita akan berangkat menciptakan pengalaman luar biasa.
Ketika semua sudah berada di negara tujuan masing-masing, #LangkahAnakBangsa secara utuh sudah dimulai!
Puji syukur bisa merasakan pengalaman sekali seumur hidup ini!

Sabtu, 18 April 2015

Senyuman Untuk Darah Adik Tercinta

Namaku Randi, aku memiliki adik perempuan kembar bernama Rina dan Rini. Umur mereka lebih muda 5 tahun dari umurku. Rina adalah perempuan cerdas, sehat, dan aktif berbicara. Sementara Rini adalah perempuan seniman, yang agak pendiam dan lebih sering terkena penyakit daripada Rina.
Sepanjang tahun 2005-2008, kami selalu tidur bertiga di kamar yang sama. Hampir sepanjang tidur aku selalu memeluk Rini, agar ia cepat tidur karena Rini memiliki jam tidur yang berantakan. Rini sering tertidur di waktu yang tidak tepat. Pernah ia tertidur ketika seluruh anggota keluargaku bercanda tawa di dalam mobil, saat aku menonton film bersamanya ia malah tidur, dia juga pernah tertidur di toilet sekolahnya selama empat jam.
Pada Agustus 2013, aku melanjutkan studi ke salah satu universitas di luar negeri. Sehingga, aku harus berpisah dengan keluargaku dan hanya memiliki dua kali kesempatan dalam setahun untuk kembali pulang ke rumah. Ibuku sering bercerita padaku via sambungan telepon kalau Rina semakin berprestasi, dan ibuku berkata bahwa aku adalah alasan mengapa Rina semakin menggali potensi dirinya untuk meraih sebanyak-banyaknya piala dalam kompetisi. Aku jarang mendapatkan kabar tentang Rini, karena keadaan Rini selalu seperti biasa, tanpa ada hal yang berubah.
Aku berjanji pada keluargaku bahwa aku akan datang ke rumah pada tahun baru 2015. Tiga hari sebelum tahun baru, aku mendapatkan kabar bahwa Rina menjadi peringkat 1 umum di sekolahnya. Aku semakin bangga memiliki adik seperti Rina yang memiliki kegigihan dan kecerdasan luar biasa. Tapi aku juga tidak boleh tidak bangga pada Rini, karena Rini juga pandai melukis dan tidak terlalu terbelakang dalam akademik. Waktu itu juga, ibu mengabarkan bahwa Rini pernah tertidur semalaman di kamar mandi, aku sedikit tertawa mendengarnya.
Ketika aku sampai di bandara kota asalku, ayah menelponku untuk memberitahu bahwa ayah dan ibu sedang tidak ada dirumah karena menghadiri suatu acara dan akan kembali pulang pada sore nanti. Sementara, Rina dan Rini ada di rumah. Aku bergegas menuju rumahku. Ketika aku sampai, aku memanggil Rina dan Rini namun tak ada suara siapapun. Aku memeriksa mereka, tapi mereka tak ada disana.
Karena aku mendengar suara air mengalir di dalam kamar mandi, aku menyadari bahwa tubuhku sekarang sangat gerah dan aku berpikir bahwa aku harus mandi. Lalu, aku mengambil handuk dan sabun di dalam koperku dan menuju ke kamar mandi.
Ketika aku membuka pintu kamar mandi, aku menemukan Rini disana. Ternyata kebiasaan buruknya belum berubah, sekarang ia sedang tidur di dalam bak mandi. Karena melihat wajah Rini, aku jadi semakin ingin bertemu Rina, lalu aku keluar membiarkan Rini tidur dan berlari mencari Rina.
Aku semakin terbayang wajah Rina. Rina memiliki tahi lalat di dagunya dan memiliki bibir yang sedikit lebih tebal daripada Rini. Aku mencarinya ke luar rumah. Akhirnya, kutemukan ia di sebrang jalan dan berlari kepadaku untuk melepas rindu.

Tiba-tiba, sebuah truk lewat. Rina tidak melihat kanan dan kiri ketika menyebrang jalan. Akhirnya tubuh Rina terhempas ditabrak oleh truk mengeluarkan darah yang begitu banyak. Orang-orang berdatangan menghampirinya dan segera menolong tubuh Rina yang terkapar. Sementara aku, terdiam tanpa ada rasa terkejut, dan sangat bahagia melihat Rina ditabrak oleh truk. Sekarang, aku benar-benar berharap agar Rina segera mati.